Cara Pengerjaan Operasi Hitung Pada Pelajaran Matematika Kelas 5 Sd Dengan Pipo Londo

September 26, 2018

  
Coba dihitung : 
2 x 5 x 4 – 16 : 2 = … ?
Jawabnya
32  atau  12  yang mana yang benar ya..?
Yuk kita lihat Sejarahnya :
Sekolah-sekolah di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda dahulu menggunakan cara berhitung yang dikenal dengan rumus MVDWOA (Machtsverheffing, Vermanigvuldiging, Delling, Worteltrekking, Optelling, Aftrekking) yang artinya Pangkat, Kali, Bagi, Akar, Tambah, Kurang. Berhubung pada waktu itu di Sekolah Rakyat (sekarang SD) tidak diajarkanPangkat dan Akar, maka rumus tersebut khususnya di Jawa populer dengan nama PIPA LONDO(Ping, Para, Lan, Suda) yang artinya Perkalian, Pembagian, Penjumlahan dan Pengurangan.
Setelah PD II, rumus MVDVOA sudah tidak digunakan di negara asalnya yakni Belanda, sedangkan di Indonesia dinyatakan dihentikan digunakan semenjak dikeluarkannya Instruksi Kepala Jawatan Pendidikan Umum Departemen P & K, tgl 2 April 1960. Sejak ketika itu pengerjaan berhitung menggunakan prinsip-prinsip dan ketentuan sebagai berikut :
Pembagian adalah kebalikan dari Perkalian. Oleh sebab itu pembagian dan perkalian memiliki kedudukan dan derajat yang sama.Pengurangan adalah kebalikan dari Penjumlahan, jadi juga memiliki kedudukan yang sederajat. 
Ketentuan ini tidak menjelaskan mana yang lebih penting dan mana yang harus didahulukan. Dalam praktiknya hanya dijelaskan bahwa mengalikan/membagi lebih dulu dikerjakan daripada menjumlah/mengurangkan. Hal ini digunakan di sekolah Indonesia hingga dengan tahun 1971.
Jadi berdasarkan ketentuan tersebut, perhitungan : 100 : 2 + 5 x 2 = 50 + 10 = 60
 Di beberapa negara Eropa dan Amerika, termasuk Australia berlaku perjanjian sebagai berikut :
 Bila suatu kalimat hanya memuat penjumlahan dan pengurangan saja maka penyelesaiannya dilakukan urut dari kiri ke kanan.
          Contoh : 10 + 5 – 3 = 15 – 3 = 12
bila suatu kalimat hanya memuat perkalian dan pembagian saja, maka penyelesaiannya dilakukan urut dari kiri ke kanan
         Contoh : 120 : 2 : 10  x  3 = 60 : 10  x 3 = 6 x 3 = 18
Bila kalimat itu memuat perkalian/pembagian dan penjumlahan/pengurangan maka penyelesaiannya dilakukan dengan mengerjakan perkalian/pembagian terlebih dahulu daripada penjumlahan/pengurangan.
Contoh :  2 x 5 x 4  – 16 : 2 = 40 – 8 = 32
Di Indonesia semenjak tahun 1971 hingga kini ada perjanjian bahwa apabila tidak ada/memakai tanda kurung maka yang terlebih terdahulu harus didahulukan
Jadi ibarat dibawah :
 2 x 5 x 4 – 16 : 2 = 40 – 16 : 2 = 24  : 2 = 12

Sedangkan jikalau dikehendaki perkalian dan pembagian didahulukan maka kalimatnya harus :
 Seperti ini   =  (2 x 5 x 4) – ( 16 : 2) = 40 – 8 = 32


OPERASI HITUNG BILANGAN CAMPURAN

Hasil dari 756 x 12 : 7 + 4 yaitu ...
Pembahasan
Pahami hukum operasi hitung bilangan adonan yaitu :
Operasi hitung dalam tanda kurung Perkalian dan pembagian sama kuatnya. Kerjakan dari kiri dahulu Pejumlahan dan pengurangan  
Jadi operasi diatas dikerjakan sbb:
756 x 12 : 7 + 4           = (756 x12) : 7 + 4
                                    = 9.072 : 7 + 4
                                    = 1.296 + 4
                                    = 1.300
Hasil dari 16 x (-75) : 3 yaitu ...
Pembahasan
Ingat hukum operasi hitung campuran. Ingat hukum operasi bilangan bundar :
(+) dikali/dibagi (+) = (+)
(+) dikali/dibagi (-) = (-)
(-) dikali / dibagi (+) = (+)
(-) dikali / dibagi (-) = (+)
16 x (-75) : 3   = 16 x (-25)

                        = -400

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar