Konsep Komisi Pemberantasan Korupsi Dan Fpb

September 26, 2018
Sebelum membelajarkan konsep FPB dan KPK, sebaiknya siswa diajarkan terlebih dulu wacana konsep kelipatan, faktor dan persekutuan.

Apakah Kelipatan Itu?


Suatu ahad pagi, Budi akan pergi berekreasi dengan Yudi. Setiap anak membawa satu kantong berisi 2 jeruk, maka semua ada 2 x 2 jeruk. Kemudian tiba seorang lagi mitra Budi berjulukan Gandhi, beliau juga membawa satu kantong berisi 2 jeruk, maka kini ada 3 x 2 jeruk. Adik Gandhi meminta ikut berekreasi dan beliau juga membawa satu kantong berisi 2 jeruk. Sekarang banyak jeruk mereka ada 4 x 2 jeruk. Jika tiba seorang lagi sobat Budi, maka banyak jeruk akan menjadi 5 x 2 jeruk. Demikian banyak jeruk akan menjadi 6 x 2 jeruk, 7 x 2 jeruk dan seterusnya.

Banyak jeruk sanggup dituliskan dalam bentuk perkalian:
1 x 2, 2 x 2, 3 x 2, 4 x 2, 5 x 2, 6 x 2, …

Siswa diminta untuk menuliskan dalam bentuk hasil kalinya menyerupai berikut:
2, 4, 6, 8, 10, …


Dari acara di atas, guru memberikan bahwa hasil yang telah didapatkan tersebut merupakan suatu kelipatan 2. Berikan bentuk dongeng lain dengan kelipatan 3, atau kelipatan lainnya. Selanjutnya siswa akan mengerti wacana kelipatan. Jadi, kelipatan suatu bilangan yaitu hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli.

Selain cara di atas, guru sanggup memakai metode garis bilangan. Guru mengingatkan siswa wacana bilangan loncat.
Bilangan loncat 2 yaitu bilangan yang ditunjukkan tanda panah pada garis bilangan yaitu 2, 4, 6, 8, 10, dan seterusnya. Selanjutnya guru menanyakan pada siswa dari manakah bilangan-bilangan tersebut diperoleh.

Jawaban yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut:

2 = 2 = 1 × 2.
4 = 2 + 2 = 2 × 2.
6 = 4 + 2 = 2 + 2 + 2 = 3 × 2.
8 = 6 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2 = 4 × 2.
10 = 8 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 5 × 2.

dan seterusnya.

Ternyata bilangan-bilangan tersebut diperoleh dengan menambahkan 2 dari bilangan sebelumnya, atau dengan mengalikan 2 bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Dari kegiatan di atas, guru memberikan bahwa bilangan-bilangan yang diperoleh disebut bilangan kelipatan 2.

Apakah Faktor Itu?

Pertama kali guru mengingatkan siswa pada bahan perkalian dan pembagian suatu bilangan. Guru juga sanggup bertanya wacana hubungan antara operasi perkalian dan pembagian, contohnya dengan mengajak siswa untuk memperhatikan:
6 : 1 = 6
6 : 2 = 3
6 : 3 = 2
6 : 6 = 1

Dari hal di atas, diketahui bahwa 6 habis dibagi oleh bilangan 1, 2, 3, dan 6

Atau dengan cara lain, pembagian di atas sanggup dituliskan sebagai berikut:
6 = 1 × 6
6 = 2 × 3
6 = 3 × 2
6 = 6 × 1

Atau dengan petak perkalian 6:
Nah, dari kegiatan di atas guru menjelaskan bahwa bilangan-bilangan 1, 2, 3, dan 6 disebut faktor dari bilangan 6. Selanjutnya, siswa akan mengerti mengani faktor suatu bilangan. Faktor yaitu pembagi suatu bilangan, yaitu bilangan-bilangan yang membagi habis bilangan tersebut.


Kelipatan dan Faktor Persekutuan

Setelah memahami konsep kelipatan maupun faktor suatu bilangan, siswa akan berguru wacana kelipatan komplotan dua bilangan atau tiga bilangan yang berbeda dan faktor komplotan dua bilangan atau tiga bilangan yang berbeda. Cukup diajarkan bagaimana membelajarkan konsep kelipatan atau faktor komplotan dua bilangan, sedangkan untuk kelipatan maupun faktor komplotan tiga bilangan ajak siswa untuk berlatih konsep yang sama dengan sedikit pengembangan.

Dalam membelajarkan konsep komplotan dua atau tiga bilangan, guru sanggup mengawali dari contoh-contoh khusus, misalkan:

Faktor Persekutuan Terbesar dan Kelipatan Persekutuan Terkecil

Misalkan:
Tentukan kelipatan komplotan terkecil (KPK) dari 4 dan 5!

Penyelesaian: 
Kelipatan 4 yaitu 4,8,12,16,20,24,28,32,36,40,...
Kelipatan 5 yaitu 5,10,15,20,25,30,35,40,45,50...
Kelipatan komplotan 4 dan 5 yaitu 20, 40, …
Dari kelipatan komplotan tersebut, bilangan yang terkecil yaitu 20.
Jadi, kelipatan komplotan terkecil (KPK) 4 dan 5 ialah 20.

Misalkan:
Tentukan faktor komplotan terbesar (FPB) dari 6 dan 18!

Penyelesaian:
Faktor dari 6 adalah 1,2,3,6
Faktor dari 6 adalah 1,2,3,6,9,18

Faktor komplotan 6 dan 18 yaitu 1, 2, 3, 6.

Dari faktor komplotan tersebut, bilangan yang terbesar yaitu 6.

Jadi, faktor komplotan terbesar (FPB) 6 dan 18 yaitu 6.
Setelah konsep FPB dan KPK sanggup dimengerti dan dikuasai oleh siswa, berikan latihan menghitung FPB dan KPK bilangan yang lainnya dan kembangkan sampai mencari FPB dan KPK tiga bilangan sekaligus. Dengan latihan, siswa akan terbiasa dan sanggup menemukan sendiri cara-cara yang akan memudahkannya dalam menuntaskan soal wacana FPB dan KPK.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar